persiapan pensiun

Yuk, Belajar dari Warga Sydney yang Tenang di Hari Tua!

Apakah kamu punya dana pensiun? Kurang dari 10% warga Indonesia, ikut program pensiun yang layak. Kita bersyukur bahwa teknologi kedokteran dan gaya hidup sehat membuat hidup manusia lebih panjang. Usia harapan hidup (life expectancy) masyarakat Indonesia terus lebih baik.

dana pensiun
Foto: Entrepreneur

Namun, usia panjang menimbulkan masalah kalau kita tidak punya keuangan yang solid, lho. Bagaimana kamu akan membiayai hidup setelah pensiun? Bekerja kembali. Bisa, sih. Tapi, mau sampai kapan? Tidak mungkin kerja terus, kan?

Umum aku temui orang tua yang sudah masuk usia pensiun (55 tahun ke atas), namun masih bekerja. Tidak itu saja. Kualitas hidup mereka juga merosot! Banyak fasilitas hilang, banyak hal harus dihemat demi bertahan hidup saat masa pensiun.

Anak – anak pun tidak jarang harus turun tangan membantu keuangan orang tua. Jika tidak hati – hati, keuangan anak bisa ikut terseret karena lebih besar pasak dari tiang.

Negara maju punya sistem yang berbeda!

Kondisi ini kontras dengan pensiunan di negara maju. Seperti di negara Sydney, orang – orang tua di sana mandiri. Ketergantungan pada anak, yang saya amati, relatif rendah.  Pensiunan bisa hidup dari simpanan mereka, tanpa perlu sokongan orang lain.

orang tua traveling
Foto: Flights Services Inc.

Kualitas hidup ketika pensiun tidak merosot. Mereka bisa travelling (siapa yang tidak mau), menikmati fasilitas kesehatan yang memadai tanpa khawatir akan kesulitan keuangan. Nyaman deh pokoknya!

Karena penasaran, saya tanya mereka, “Kenapa bisa?”. Jawab mereka, “Kenapa tidak?” Jawabannya simpel: persiapan sejak dini.

Sejak awal pemerintah negara maju sudah mewajibkan masyarakatnya punya program dana pensiun. Fungsi dana pensiun betul – betul kamu optimalkan. Hampir semua orang ikut dalam program dana pensiun pemerintah.

Apa pentingnya dana pensiun?

Berkaca dari Sydney, kita bisa memulainya sendiri, kok! Tidak perlu menunggu inisiatif pemerintah. Punya dana pensiun sendiri. Sayangnya, banyak yang belum sadar, apalagi paham pentingnya fungsi dana pensiun. Akibatnya, tidak melakukan persiapan sejak awal yang merupakan kunci keberhasilan sebuah program pensiun.

Masalah umum pensiunan adalah pada satu sisi penghasilan menurun drastis karena tidak bekerja lagi, pada sisi lain biaya hidup naik eksponensial, terutama biaya kesehatan.

Musuh utamanya adalah inflasi. Kenapa? Dengan inflasi 6% setahun, biaya hidup 10 juta sebulan sekarang, maka 25 tahun lagi, biaya hidup menjadi 42 juta per bulan. Kalau belum lihat angkanya, kadang suka tidak percaya. Tapi itulah kenyataannya.

Padahal, itu adalah efek inflasi yang ‘hanya’ 6%. Indonesia pernah inflasi lebih dari 6%. Bisa kamu bayangkan dong efeknya buat biaya hidup kita nanti? Makin tinggi inflasi, makin besar biaya hidup pensiun. That’s for sure!

Cara menghadapi masa tua

Menghadapi hantu inflasi dan masa tua yang merepotkan, taktiknya sebenarnya sederhana, lho! Kamu harus mulai berinvestasi sejak jauh hari. Kecil jumlahnya tidak apa, tapi mulailah sedini mungkin.

Makin panjang waktu, makin besar kesempatan untuk mengakumulasi dana. Karena waktunya panjang, uang yang perlu kamu sisihkan tidak besar dan tidak akan memberatkan keuangan keluarga.

asuransi dana pensiun taspen life
Foto: Ephraim Zagelbaum

Jadi, ada dua hal yang perlu kamu lakukan:

  • Segera miliki asuransi dana pensiun sendiri. Jika sudah punya dari kantor, jangan terlalu dikamulkan karena sederet masalah. Satu sudah dibahas sebelumnya, beberapa lainnya akan saya bahas kemudian. Perlu punya dana pensiun sendiri yang dibuat sesuai kebutuhan kamu.

Punya dana pensiun saja belum cukup! Dana pensiun kamu harus tumbuh lebih tinggi dari inflasi. Jika lebih rendah, tidak cukup membiayai kenaikkan biaya hidup dong. Makanya, menabung sangat tidak disarankan. Bunga tabungan 4% setahun, inflasi 6% setahun.

  • Selain itu, gunakan asuransi jiwa murni yang bagus bagi keluarga menjadi cara yang tepat untuk berinvestasi. Tak hanya kemudahan di hari tua saja tetapi pendidikan untuk anak-anak juga merupakan prioritas utama yang harus  kamu berikan untuk anak nantinya.

 

Share this post via: