sampul depan novel home sweet loan oleh almira bastari

[Resensi Buku] Home Sweet Loan oleh Almira Bastari

 

sampul depan novel home sweet loan oleh almira bastariHOME SWEET LOAN
Penulis: Almira Bastari | Jumlah halaman: 312 | Pertama terbit tahun 2022 | Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Harga: Rp 95.000 (aku ikutan PO dengan harga Rp 89.000) | Rating dari aku 4/5

Ada satu kegiatan yang aku lakukan ketika aku kehilangan motivasi dalam mengumpulkan pundi-pundi kekayaan: mengunjungi Informa dan melihat price tag-nya. Sepertinya, aku punya kegiatan lain setelah ini buat membangkitkan motivasiku: membaca ulang novel Home Sweet Loan oleh Almira Bastari ini.

Sinopsis Novel Home Sweet Loan oleh Almira Bastari

Seperti halnya novel-novel Almira sebelumnya, Home Sweet Loan mengambil setting kota Jakarta. Namun, kali ini lebih menyorot kaum menengah dan perjuangannya.

Baca juga: Pengalaman Bekerja di Jakarta, Recommended?

Menceritakan empat sahabat beda kasta dan nasib:

  • Kaluna. Si bungsu dari kakak-kakak yang toxic. Pacaran sama Mas Hansa, cowok yang lebih kaya, tapi dirong-rong buat tampil mewah padahal si Kaluna sendiri hidup hemat buat beli rumah biar enggak satu atap sama kakak-kakaknya.
  • Tanisha. Ibu pekerja yang punya seorang anak perempuan, ibu mertua yang ribet, serta suami dengan aib hanya dia dan Tuhan yang tahu.
  • Kamamiya/Miya. Calon “influencer” yang mengutamakan gaya dan aesthetics, yang mana bikin dia punya gaya hidup kelas atas meski duit nge-pas. Mantannya si Danan.
  • Danan. Anak tunggal dari keluarga kaya dan enggak bisa nabung (tapi emang ya udah lah ya, toh kaya).

sampul belakang sampul depan novel home sweet loan oleh almira bastariMereka sama-sama cari hunian dengan kriteria masing-masing, kayak sesuai budget, harus instagrammable atau dekat stasiun Mass Rapid Transit (MRT).

Meski terdengar serius, novel ini masih tetap dalam kategori chicklit romance. Terutama bakal fokus ke kehidupan pribadi dan asmara si Kaluna.

Jodoh itu nggak ada. Jodoh itu dua orang memutuskan hidup bersama, berkomitmen sama-sama sampai maut memisahkan.

Resensi Novel Home Sweet Loan oleh Almira Bastari

Tema

Novel Home Sweet Loan memberikan gambaran sesungguhnya kaum kelas menengah (mepet bawah) “berjuang memiliki tempat untuk pulang.”

halaman terima kasih buku home sweet loan

Enggak heran pas baca rasanya nyesek banget gara-gara:

  • Hidup Kaluna yang kayak jatuh tertimpa tangga lalu tersandung ke dalam lumpur.
  • Konflik keluarga yang (secara umum) seharusnya menjadi tempat bersandar.
  • Kesenjangan sosial yang sangat terlihat. Mau enggak mau jadi membuatku memandang ke atas, “Enak ya punya duit” dan “Enak ya punya orang tua berduit.”
  • Perjuangan hidup yang enggak ada habisnya. Masih single sibuk cari duit, mau nikah pusing soal resepsi, udah nikah ribet urusan anak, mertua, pasangan sampai ART.

Banyak yang terlalu muda menikah sih. … Kadang banyak yang belum bahagia pas masih sendiri. Kayak lo belum menikmati nyenengin orangtua lo sendiri, nyenengin diri lo sendiri, jalan-jalan sendiri, beli barang buat lo sendiri, sampai akhirnya lo ngerasa cukup dan siap buat level hidup selanjutnya.

Sebagai pembaca setia Almira, aku agak terkejut dengan tema baru yang lebih serius dalam novel ini — meski masih tetap banyak ngakaknya lewat percakapan yang disuguhkan.

prolog buku home sweet loan

Aku sih belum pernah kerja di Jakarta ya, jadi kurang familiar sama daerah-daerah dalam novel ini — apalagi harga rumahnya.

Tapi, aku benar-benar mengapresiasi proses risetnya. Setiap house hunting memberikan wawasan baru tentang cara memilih rumah yang baik. Di sini, penulis juga ngasih tips-tips mengatur keuangan meski enggak secara detail macam The Psychology of Money, kayak memikirkan budget dan hidup enggak boros.

Proyeksi keuangan kalau nggak ada uangnya sama aja dengan… mimpi.

Baca juga: 8 Pelajaran Keuangan dari The Psychology of Money oleh Morgan Housel

Karakter

Novel ini ditulis dengan sudut pandang pertamanya Kaluna. Menurutku, cewek 31 tahun ini digambarkan dengan konflik yang cukup rumit: bungsu yang “dapat sisanya”, insecurity dalam diri sendiri, mencoba gigih tapi capek, mandiri tapi butuh sandaran juga.

Merasa relatable di beberapa poin, aku jadi menaruh simpati sama karakter ini selama membaca novel. Karakter yang tampak nyata ini jadi membuatku yakin Kaluna (bisa jadi) representasi dari banyak wanita dewasa saat ini, terutama yang tinggal di Ibu Kota.

Aku juga pengin meng-highlight variasi karakter yang ada, terutama karakter cewek.

Kaluna sebagai single “anak baik-baik” yang punya mimpi “baik-baik”, Tanisha yang udah nikah dan punya anak, dan Miya yang tampak lebih bebas.

Perbedaan karakter ini ngasih perspektif yang berbeda dalam sikap dan dialog mereka. Lebih believable juga dengan karakteristik yang punya pendapat masing-masing. Menurutku, lebih keren daripada novel sebelumnya yang karakternya cenderung surface-level.

Novel-novel sebelumnya seingatku ada keterikatan karakter gitu. Misal di Ganjil Genap ada Sydney yang jadi pemeran utama di Melbourne Wedding Marathon. Semacam beberapa novelnya Ika Natassa.

Baca juga: [Resensi Buku] The Architecture of Love oleh Ika Natassa

Nah, di Home Sweet Loan enggak ada! Mungkin ini terdengar enggak berpengaruh, tapi aku lebih suka novel standalone begini (enggak membahas novel-novel penulis sebelumnya). Soalnya, seringkali novel yang “nyambung” berisi spoiler dari cerita sebelumnya dan terkesan kayak penulis belum move on serta strategi marketing buat pembaca baru :).

Penulisan

I might say bagian dialog masih jadi kekuatan Almira sih. Natural, humoris, dan kali ini lebih deep — daripada novel-novel sebelumnya.

And, can we appreciate witty sentences di setiap subheadline yang ada di awal chapter? Menurutku, kalimat-kalimatnya cerdas banget, sih! Puitis tapi realistis.

cuplikan novel home sweet loan
Setiap awal chapter selalu ada “cuplikan” berupa kalimat yang witty

Meskipun begitu, ada beberapa dialog yang aku rasa terlalu bertele-tele (yang sepertinya) bertujuan untuk ngasih amanah mendalam. Ada juga yang kayak repetisi dengan tujuan roasting salah satu karakter. Aku ingat aku membatin, “Ya elah, poin ini dibahas lagi?”

Ada juga beberapa typo, tapi enggak yang mengganggu proses membaca gitu, kok.

Yang perlu di-highlight juga adalah penulisannya terlalu kentara mau dibawa kemana plot dalam buku ini, terutama dalam sisi kisah asmaranya. Dibanding novel Resign yang bikin hati meletup-letup dan ada sedikit twist yang menggemaskan.

Baca juga: [Resensi Buku] Resign oleh Almira Bastari

Kesimpulan

Menurutku, novel Home Sweet Loan oleh Almira Bastari ini ngasih angin segar bagi pembaca setianya. Biasanya disuguhi kehidupan upper-middle class, sekarang jadi ada relatability buat rakyat jelata 🙂

Yang aku suka Yang aku kurang suka
+ Topik menarik dan cukup antimainstream. – Ada dialog yang repetitif
+ Dialog yang lively, humoris, meski ada seriusnya juga. – Plot yang terlalu kentara di awal-awal
+ Memberikan sudut pandang yang berbeda dari tiap-tiap tokohnya.
+ Bonus tips-tips finansial dan cari rumah di Jakarta.

Overall, rating dari aku 4/5. Bagus, tapi belum mencentang semua checklist bintang limaku.

merchandise preorder novel
Mau pamer hasil PO kemarin! Hadiahnya dapat keset buat manifestasi! Gemes banget.

Dari diriku yang juga ingin punya rumah sendiri,

everlideen

Share this post via:

Comments

32 responses to “[Resensi Buku] Home Sweet Loan oleh Almira Bastari”

  1. wahh bagus bangett, kalo boleh tau itu ISBNnya berapa ya kak?

    1. Everlideen Avatar
      Everlideen

      Hai, terima kasih! ISBN-nya 9786020658049 yaa. Semoga membantu 🙂

  2. Kayanya menarik ceritanya nih, bisa dijadikan reverensi buku akhir pekanku. Terima kasih

    1. Everlideen Avatar
      Everlideen

      Sama-sama kak 🙂

  3. Salah satu rekomendasi buku yg menarik buat dibaca, apalagi masuknya slice of life begini, seru banget

    1. Everlideen Avatar
      Everlideen

      Bener, kak! Jadi bersa real gituu

  4. belum perah baca buku ini, suka dengan desain covernya yang cantik

    1. Everlideen Avatar
      Everlideen

      Setuju! Bisa segera masuk reading list-nya kak 😉

  5. Kalau baca dari resensimu, kayaknya ini buku asyik dibaca. Apalagi banyak pembahasan dengan tema slice of life yang relate banget sama kehidupan nyata orang Indonesia.

    1. Everlideen Avatar
      Everlideen

      Benerrr sekali! Selain itu ada bumbu-bumbu informasi cara cari rumah yang membantu banget 😉

  6. Aku sangka gift-nya handuk , gataunya keset hehehe…bukunya sepertinya menarik, apalagi kan bahas tentang seuk beluk nyari tempat tinggal dengar karakteristik keuangan masing2…menarik

  7. Baca review kamu asyik mba runut, santai berasa ikutan baca bukunya juga, karena ngerti sama yang kamu bahas.

    1. Everlideen Avatar
      Everlideen

      Terima kasih, kak 🙂

  8. Wah, Kakak suka baca novel juga ternyata. Dilihat dari resensinya sepertinya novel ini cukup menarik.

    Apalagi seperti menggambarkan kehidupan Jakarta bagi para kaum menengah ke bawah. Disertai bumbu romansa terntunya.

    Terima Kasih Kak

    1. Everlideen Avatar
      Everlideen

      Menarik banget kak, cocok untuk bacaan ringan. Sama-sama 🙂

  9. Dibanding informa, kek.y saya lebih suka liat price tag gramedia sama DIY eheheh

    1. Everlideen Avatar
      Everlideen

      Wahhh, itu juga menggoda!

  10. Asyik nih baca reviewnya.
    kak ini closingnya mantep banget.
    Almira Bastari ini biasanya menyuguh life upper-middle class , sekarang jadi ada relatability buat rakyat jelata🙂.

    Jaggan-jangan inspirasi novelnya diambil dari kisah nyata yah?

    1. Everlideen Avatar
      Everlideen

      Aku minggu lalu sempat hadir webinar launching-nya. Katanya sih bukan based on true stroy, tapi emang terinspirasi dari orang-orang sekitarnya serta pengalaman penulisnya sendiri 🙂

  11. Wkwkwkwk unik banget motivainya: mengunjungi Informa dan melihat price tag-nya. Bisa dicontek wkwk. Jadi penisirin baca bukunya, solanya dulu pernah tinggal di Jakarta juga. Btw, semoga dimudahkan ya mba, bisa cepet punya rumah.

    1. Everlideen Avatar
      Everlideen

      Wah, boleh banget dibaca bukunya kak biar ada sensasi nostalgia, hehehe. Amiin, terima kasih!

  12. jadi penasaran banget sama semua isi buku ini

  13. Bookmark dulu, walau sebenarnya bukan penikmat novel, lebih ke buku self development. Btw di blog kaka ini banyak rekomendasi video self-development bagus. Keren bat kak.

    1. Everlideen Avatar
      Everlideen

      Silakaan! Terima kasih, seneng dengarnya 🙂

  14. Keknya asik nih buku yang menceritakan kehidupan di Jakarta… dari ulasannya aja udah bikin ngilerr, gasabar pingin baca ni buku

  15. Dari ulasannya menarik sekali, jadi ingin membaca bukunya secara lengkap. Sudah lama tidak baca buku genre seperti ini

  16. Menarik kak ulasan bukunya, relate banget sama kehidupan anak anak ibukota yang kadang menyuguhkan pemandangan kontras antara kaum berada dengan kaum papa.

    1. Everlideen Avatar
      Everlideen

      Betuul 🙂

  17. Ceritanya sepertinya renyah ya kak. Mudah dipahami, enak untuk dibaca, dan covernya juga soft banget, estetik.

    Bisa nih untuk teman ngopi santai… buat dibaca.

    1. Everlideen Avatar
      Everlideen

      Betuul, kak. Bacaannya memang ringan meskipun agak deep soal info rumah dan rumah tangga, hehehe 😀

  18. aku kira ini buku tentang financial hehe ternyata novel ya
    menarik juga sih ceritanya dekat dengan masyarakat kebanyakan 😁

    1. Everlideen Avatar
      Everlideen

      Betul kak 🙂